SITUS PARLAY

Articles
Article

HERBALOGI

Tujuan Komsumsi Obat Herba
1.    Mengobati Penyakit yang ada
2.    Mencegah munculnya Penyekit baru
3.    Memelihara Kesehatan Tubuh

Berdasarkan Survey WHO (World Health Orginazation) Sehat Bermasalah 
Gejala pada status Sehat Bermasalah :
1.    Rambut Rontok
2.    Sering Kencing
3.    Penurunan fungsi & Gairah seks
4.    Sering lupa
5.    Perut buncit
6.    Obsesitas
7.    Sulit Konsentrasi
8.    Susah Tidur
9.    Sering Gugup
10.    Stress
11.    Mudah Lelas
 

Jika Ya ….
ANDA SEDANG DI KONDISI BERMASALAH 

  1. Release (Mengeluarkan)

    Fungsi Obat Herbal yang mujarab dan berkualitas memiliki keniscayaan mengeluarkan RACUN yang ada pada tubuh Pasen dan tanpa disadari di tumpuk selama bertahun-tahun, mulai dari kadar penyekit akut,Sub akut, Kronis sampai dengan Degeneratif. Dalam proses Pengeluaran racun tersebut akan sangat bergantung dari :

  2. Kondisi Pasien
  3. Banyaknya Racun yang terkadung dalam tubuh Pasien
  4. Dosis obat herbal yang di konsumsi oleh Pasien

Bagi Pasen yang belum pernah mengkomsumsi obat herbal untuk menyembuhkan penyakitnya dan memakai dosis yang tinggi (dosis Pengobatan), Maka biasanya Pasien  akan mengalami pr keoses Detokifikasi/Tindak balas kearahpenyembuhan (direction of cure) yang berlebih bahkan vulgar, menyembabkan Pasien menjadi tidak nyaman (bahkan takut) sehingga Pasien tidak mau melanjutkan Komsumsi obat herbal tersebut.

Dalam hal ini cara mencegah proses  Detoksifikasi yang berlebihan bahkan vurgar Adalah sebagai berikut :

Pada label/kemasan Obat herbal biasanya tertulis sebgai berikut :

  • Dosis Pengobatan                         : Kita anggap/asumsi dalam angka ini .

     Adalah 100%

  • Dosis Pemeliharaan/Perawatan   : Kita anggap/asumsi dalam angka ini 

    Adalah 50%

Dari dosis yang tercantum pada label/kemasan, untuk menghindari proses Detoksifikasi yang berlebihan (bahkan Vulgar) sangat disarankan mulai Konsumsi obat herbalnya dengan disis yang paling ringan artinya JANGAN LANGSUNG masuk ke dosis Pengobatan atau Dosis Pemeliharaan/Perawatan.

Cara mengatur pemberian dosis obat herbal (yang asumsikan dalam angka) Adalah sebagai berikut :

  1. Dosis Super Ringan                     12%
  2. Dosis Ringan                                25%
  3. Dosis Pemeliharaan                    50%
  4. Dosis Pengobatan                        100%
  5. Dosis Ditingkatkan                      150% -> 200% -> 250% bahkan 300% dari dosis Pengobatan

Detoksifikasi (Healing Crisis/Direction of Core/Tindak Balas Arah Penyembuhan)

Disebut juga Tindak Balas ke Arah Penembuhan atau Dection of Core (DOC) Adalah proses PENGELUARAN racun (Virus atau Bakteri atau Radikal bebas atau Oxidant atau Logan Berat dan racun lainya) dari dalam tubuh Pasien.

Proses Detoksfikasi itu bisa macam-macam. Pada dasarnya yaitu semua proses sakit yang pernah terjadi itu namun itu diabaikan, maka akan muncul lagi. Misalnya dulu pernah pusing-pusing, pernah sesak napas,pernah merasa dadanya panas, pernah muntah-muntah, pernah batuk berdarah, pernah demam dan menggigil, pernat , pernah mimisan (hidung berdarah), pernah sakit perut hebat, pernah BAB dan BAK terus-menerus (bahkan BAB berdarah), pernah biduran, pernah bengkak atau bisulantau jerawatan pada bagian kaki, bagian badan, bagian muka, bagian leher, pernah keluar nanah atau cairan pada/dekat bagain organ yang sakit, pernah terjadi perubahan waktu siklus haid, pernah keputiahan yang dulu itu diabaikan  oleh Pasien maka proses gejala-gejala tersebut akan muncul lagi. Itulah yang disebut proses Detoksifikasi tau proses Tindak balas Kearah Penyembuhan.

Jadi itu setelah kita konsumsi obat herbal itu seolah-olah penyakit kit aitu semakin parah, padahal itu sedang berposes Tindak Balas ke Arah Penyembuhan, yang mana justru jika Pasien mengalami proses Detoksifikasim aka obat herbalnya tetap dikomsumsi ( walaupun Dosisnya itu dikurangin)

Tanda-tanda positif setelah minum obat herbal ( Healing Crisis) :

  1. Demam ringan, mual akibat proses pembuangan toksin dalam tubuh (detoksifikasi dan proses perlawan infeksi tubuh.
  2. Muntah, diare (BAB terus menerus) akibat proses pembuangan toksin dalam Usus.
  3. Sembelit, Tinja berwarna gelap akibat proses pembuangan  racun melalui usus
  4. Banyak keringat dan berbau akibat detoksifikasi kelenjar keringat pada penderita kegemukan dan ketidakseimbangan hormon.
  5. Masalah jerwat, komedo alegi kulit, gatal, kemerahan akibat pembuangan toksin melalui kulit

Sakit otot, nyeri badan terutama